Batam (Kemenag) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Belakang Padang turut berpartisipasi dalam kegiatan Seni Budaya Melayu yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Vitka, Lapangan Bayar, Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, ini menjadi salah satu upaya melestarikan dan memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya Melayu sebagai warisan leluhur.
Mengusung tema Merajut Ukhuwah, Merawat Harmoni dalam Keberagaman, kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai perlombaan seni Melayu. Acara ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.
Kepala KUA Kecamatan Belakang Padang, Abdul Majid., turut menyempatkan diri hadir untuk memberikan pendampingan dan dukungan kepada para tokoh masyarakat Kecamatan Belakang Padang yang mengikuti perlombaan seni Melayu dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Kepala KUA ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan upaya memperkuat kerukunan, persaudaraan, dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurut Abdul Majid, harmonisasi masyarakat Melayu merupakan hal penting untuk terus dijaga dan dipelihara. Dengan terbangunnya keharmonisan, seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat memiliki rasa kebersamaan dan merasa menjadi bagian dari tanah leluhur yang kaya akan nilai adat, budaya, dan kearifan lokal.
“Penting bagi kita untuk terus menjaga harmonisasi masyarakat Melayu agar seluruh masyarakat merasa memiliki tanah leluhur ini. Kecintaan terhadap tanah Melayu hendaknya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama mendorong terwujudnya Batam sebagai Bandar Madani yang modern dan terus berkembang menjadi kota yang maju,” ungkapnya.
Lebih lanjut, nilai-nilai budaya Melayu mengajarkan masyarakat untuk senantiasa menjunjung tinggi adat istiadat, menghormati sesama, serta menjaga keseimbangan dalam kehidupan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai di tengah perbedaan.
Partisipasi KUA Kecamatan Belakang Padang dalam kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya sinergi antara unsur keagamaan, tokoh masyarakat, dan lembaga adat dalam merawat persatuan. Agama dan budaya dapat berjalan beriringan dalam memperkuat ukhuwah, membangun karakter masyarakat, serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan petuah Melayu yang mengandung pesan tentang penghormatan terhadap adat dan lingkungan tempat tinggal:
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Petuah ini mengingatkan setiap orang untuk menghormati adat, budaya, dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat. Sementara itu, ungkapan “Didahulukan selangkah, ditinggikan seranting” menjadi pengingat akan pentingnya sikap saling menghormati, mengutamakan musyawarah, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bersama.
Melalui kegiatan Seni Budaya Melayu yang digelar LAM Kota Batam ini, diharapkan semangat persatuan semakin kuat, kecintaan terhadap budaya Melayu semakin tumbuh, serta hubungan antara tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat.
Dengan demikian, pelestarian seni dan budaya Melayu bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu, melainkan juga menjadi bagian penting dalam membangun masa depan Kota Batam yang harmonis, berbudaya, dan maju.
Melayu Bersatu, Ukhuwah Terjaga, Harmoni Terpelihara.

























































