
10.000 santri penuhi Dataran Engku Putri dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tingkat Kota Batam. Peringatan HSN jatuh pada hari Ahad 22 Oktober 2023. Untuk Kota Batam, peringatan HSN dipusatkan di Dataran Engku Putri Batam Center. Pada kesempatan ini, Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Marlin Agustina bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan HSN Tahun 2023 mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri”.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap 2 tahun ini hendaknya mampu memberikan dorongan kepada siswa agar mampu mengembangkan bakat dan minat sesuai kemampuan dalam membangun peserta didik, adapun jenis lomba yang dilombakan yakni Musabaqah Tilawatil Quran tingkat SD, SMP, SMA; Pidato PAI tingkat SD, SMP ,SMA; Musabaqah Hifdzil Quran tingkat SD dan SMP; Cerdas Cermat PAI tingkat SD dan SMP; Kaligrafi Islam tingkat SMP; Seni Nasyid tingkat SMA; Debat PAI tingkat SMA dan Kreasi Busana tingkat SMA,
Kegiatan ini diikuti oleh Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah PKPPS se Kota Batam yang mendapatakan dana BOS dan penyelenggara Ujian Kesetaraan, pada saat pengarahan, Evi Evlina selaku Kepala Seksi Pakis menyampaikan bahwa Juknis BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun 2023 ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 648 Tahun 2023 Tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2023. “jela
“besar harapan kami bantuan ini bisa direalisasikan secara maksimal, sesuai dengan keputusan direktur jenderal pendidikan Islam nomor 648 tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan BOP Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2023, setelah melalui tahap penyerahan Buku Rekening BOP bisa dicairkan Minggu pertama bulan Juli 2023 ini. Untuk itu dimohon lembaga agar mempersiapakan syarat penciran ke Bank seperti membawa Izin Operasional, SK Kepala dan Bendahara dan stempel lembaga
Dr. H. Zulkarnain, S,Ag, MH membuka secara resmi dan mendampingi langsung para peserta dalam seleksi tersebut, hadir juga Dra. Hj. Evi Evlina Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, pada kesempatan kali ini beliau menyampaikan bahwa baca kitab kuning adalah salah satu kekhasan pesantren yang tidak dimiliki oleh pendidikan atau lembaga lainnya, sehingga MQK agar dijadikan tradisi yang harus terus dilestarikan di pondok pesantren, seleksi ini bertujuan untuk memotivasi dan meningkat
Bahwa tema yang diusung pada MQKN Tahun 2023 adalah “Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia”. Tema ini menekankan pentingnya mengaitkan kitab kuning dengan konteks peradaban dan kerukunan di Indonesia. Melalui pemahaman yang lebih luas tentang ajaran Islam, MQKN Tahun 2023 berupaya untuk membangun pemahaman yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat, imbuhnya. Selain itu juga MQKN Tahun 2023 merupakan momen penting dalam proses kaderisasi ulama dan