
Pentingnya menjaga lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan semangat eko-teologi yang terus digalakkan oleh Kementerian Agama.
20 pasang CATIN tidak hanya mendapatkan bekal ilmu kerohanian, ilmu Fiqih berumah tangga berdasarkan Al Qur'an dan As-sunah dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dari para ahlinya, tetapi juga ilmu kesehatan dari seorang Dokter dan Bidan dalam membangun keluarga yang sehat, kuat dan mandiri serta bahagia.
Hak dan kewajiban suami istri yang dalam Al-Qur’an dianalogikan seperti pakaian, sebagaimana firman Allah “hunna libāsun lakum wa antum libāsun lahunna” istri adalah pakaian bagi suami, dan suami adalah pakaian bagi istri.
Dua tenaga medis dari Puskesmas Baloi Permai, yakni dr. Yusniarti dan bidan Yesi, hadir sebagai narasumber yang memberikan materi seputar kesehatan alat reproduksi dan pentingnya menjaga kebersihan serta kesiapan fisik dan mental dalam membangun rumah tangga di kantor KUA Batam Kota
Mewujudkan sebuah mahligai rumah tangga yang harmonis dan bahagia atau dalam Islam diistilahkan Keluarga Sakinah mawadah warahmah (SAMARA) tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi memerlukan usaha kolektif berupa bekal dan persiapan yang memadai dan komprehensif dan harus di godok secara matang, maka sepasang sejoli yang akan menikah mendapatkan bimbingan perkawinan pada Jum'at, 19/9/2025.
Batam (Kemenag) – Kantor Urusan Agama (KUA) Batam Kota mengawal kesiapan calon pasangan pengantin (Catin) dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin). Sebanyak 18 pasang Catin mengikuti bimbingan ini pada Selasa (16/9/2025).