BATAM ( Kemenag ) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, H. Budi Dermawan, menghadiri peringatan Maulid Akbar 1448 H / 2026 M yang diselenggarakan oleh Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Kota Batam dan Batu Besar. Acara yang penuh khidmat ini dilangsungkan di MB2 Batam pada Sabtu, 26 September 2026.
Dalam sambutannya di hadapan para jamaah dan tokoh masyarakat, H. Budi Dermawan memaparkan kondisi keagamaan terkini di Kota Batam. Ia menyampaikan bahwa salah satu indikator terwujudnya Kota Batam yang madani dan damai dapat dilihat dari peran serta berbagai elemen masyarakat, termasuk warga Aceh.
"Kondisi masyarakat Aceh kerap disebut sebagai 'Serambi Mekkah' karena para ulama terdahulu dari Aceh telah terbukti mengubah peradaban di Indonesia, mirip seperti jejak peradaban di tempat tinggal Nabi," ujar H. Budi Dermawan.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti dinamika Indeks Kerukunan Beragama (IKB) di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Ia mengingatkan bahwa Kepri pernah menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet predikat terbaik pertama tingkat nasional pada tahun 2023, disusul peringkat kedua pada tahun 2024. Kendati pada tahun 2025 mengalami penurunan, ia menegaskan bahwa tantangan tersebut bukanlah disebabkan oleh konflik antarumat beragama, melainkan dinamika di internal masing-masing umat.
Oleh karena itu, H. Budi Dermawan menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam merawat keharmonisan sosial. Ia berpesan agar seluruh masyarakat senantiasa menjaga kerukunan yang dimulai dari penanaman nilai-nilai dasar dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita wajib menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Cara menjaganya yaitu tanamkan akidah yang baik, menjaga taufik, praktiknya dengan program salam cium tangan: suami istri, istri cium tangan kepada suami, anak cium tangan ke orang tua, adik cium tangan ke kakaknya, ketuk pintu ucapkan salam. Kalau itu kita tanamkan terus karakter itu, insya Allah budaya kita menjadi budaya yang beradab, yang tua dihormati yang muda disegani," pesan H. Budi Dermawan di hadapan para jamaah.
Melalui momentum Maulid Akbar ini, pihak Kemenag Kota Batam turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para tokoh-tokoh agama serta seluruh elemen masyarakat Aceh yang senantiasa aktif menjaga keharmonisan dan kerukunan di Kota Batam.
Acara Maulid Akbar ini tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat komitmen kebersamaan dalam merawat kerukunan di tanah Batam dan Kepri .
























































