BATAM (Kemenag) β Ada kalanya manusia tidak membutuhkan banyak kata, melainkan seseorang yang hadir untuk mendengar, menguatkan, dan mengingatkan bahwa dirinya tidak pernah berjalan sendirian. Dalam semangat itulah, para Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Batam melaksanakan penyuluhan kelompok secara kolaboratif pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB bertempat di RSUD Embung Fatimah, Jl. Letjen Soeprapto Blok D 1-9, Batu Aji, Bukit Tempayan, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Mengangkat tema βKasih Allah yang Senantiasa Hadir Ini Menopang Kita dalam Penderitaanβ, kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan iman bagi pasien dan keluarga yang sedang berada dalam pergumulan serta proses pemulihan.
Melalui firman Tuhan, dialog, motivasi, dan doa bersama, para penyuluh mengajak peserta untuk melihat penderitaan bukan sebagai tanda bahwa Tuhan telah meninggalkan mereka. Justru dalam kelemahan dan masa-masa sulit, kasih Allah diyakini tetap hadir untuk menopang, memberikan kekuatan, serta menyalakan kembali pengharapan. Peserta diajak untuk tetap percaya kepada penyertaan Tuhan, menjalani proses pengobatan dengan sabar, serta menjaga hati agar tetap dipenuhi iman dan pengharapan.
Kehadiran penyuluh di tengah lingkungan rumah sakit menjadi wujud pelayanan yang tidak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan persahabatan bagi mereka yang sedang membutuhkan kekuatan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh pengharapan. Bagi para peserta, kehadiran penyuluh menjadi pengingat bahwa di balik setiap air mata dan pergumulan, masih ada kasih Tuhan yang senantiasa menyertai.
Jaluansen Saragih, S.Th, salah seorang Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Batam, menyampaikan bahwa pelayanan di rumah sakit merupakan kesempatan untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. βKami hadir bukan hanya untuk menyampaikan firman, tetapi juga untuk menjadi sahabat bagi mereka yang sedang lemah. Kami ingin mengingatkan bahwa ketika manusia merasa tidak berdaya, kasih Allah tetap ada untuk menopang dan memberikan kekuatan. Kiranya setiap pasien dan keluarga tetap memiliki pengharapan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka,β ungkapnya.
Melalui pelayanan ini, para penyuluh berharap semakin banyak hati yang dikuatkan, semakin banyak air mata yang berubah menjadi pengharapan, dan semakin banyak pribadi yang merasakan bahwa kasih Tuhan tetap menyala, bahkan di tengah penderitaan.























































