Batam (Kemenag) – Kantor Kementerian Agama Kota Batam melalui Penyuluh Agama Kristen Unit Kerja Urusan Agama Kristen melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan tema "Bullying, Toleransi, dan Bijak Bermedia Sosial" di SD Valentin, Jl. Kamboja No. 1 Lubuk Baja (Komplek HKBP Lubuk Baja), pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 08.30 WIB s.d. 10.00 WIB. 

Kegiatan ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias sebagai upaya menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini agar tercipta lingkungan sekolah yang aman, damai, dan saling menghargai. Edukasi mengenai pencegahan bullying, pentingnya toleransi, dan etika dalam menggunakan media sosial menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak di era digital.

Dalam penyuluhan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa setiap anak memiliki nilai dan martabat yang harus dihormati. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana, interaktif, serta disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Selain itu, siswa juga dibimbing untuk menghargai perbedaan, membangun persahabatan tanpa membeda-bedakan, serta menggunakan media sosial secara bijaksana dengan menyebarkan hal-hal yang baik, tidak melakukan perundungan, dan menjaga sopan santun dalam berkomunikasi.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik tentang bahaya bullying, menumbuhkan sikap toleransi terhadap sesama, serta membangun karakter yang berlandaskan kasih, kepedulian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia digital, dalam kesempatan tersebut Penyuluh Agama, Hendro Silaen menyampaikan bahwa "Bullying melukai, toleransi menyatukan, dan bijak bermedia sosial mencerminkan karakter yang baik."  

Melalui penyuluhan ini diharapkan anak-anak mampu menjadi pelopor perdamaian di lingkungan sekolah, menghargai setiap teman tanpa memandang perbedaan, serta menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan hal-hal yang positif. Kantor Kementerian Agama Kota Batam berharap nilai-nilai kasih, saling menghormati, dan tanggung jawab dapat terus tertanam dalam kehidupan anak-anak sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, aman, dan penuh sukacita.