BATAM ( Kemenag ) — Kawasan wisata Nuvasa Bay Nongsa, Batam, mendadak riuh dan penuh semangat pada Selasa, 6 Oktober 2026. Tempat ini menjadi pusat penyelenggaraan perkemahan akbar Kemah Santri Tahun 2026 tingkat Kota Batam yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Batam.
Acara pembukaan ini dihadiri dan dibuka secara resmi, serta turut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Kementerian Agama hingga perwakilan aparat penegak hukum.
Ketua FKPP Kota Batam, Zent Zaenuddin Mundziri dalam sambutannya, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Kemah Santri bukan sekadar ajang berkemah biasa, melainkan wadah strategis untuk mempererat ukhuwah islamiyah antar-pesantren, melatih kemandirian, serta menempa mental dan fisik para santri agar siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi kepada FKPP Kota Batam. Dalam sambutannya, Kepala Kemenag menekankan pentingnya peran santri sebagai agen perubahan yang memiliki nasionalisme tinggi, akhlak mulia, serta keterampilan hidup yang tangguh. Kehadiran Kepala Kemenag yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis), Magdalena Silfia, menjadi bukti nyata dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan potensi dan karakter santri di luar ruang kelas.
Resmi Dibuka oleh Densus 88
Puncak acara ditandai dengan prosesi pembukaan kegiatan secara resmi. Kemah Santri 2026 tingkat Kota Batam ini secara khusus dibuka oleh perwakilan dari Densus 88. Kehadiran dan keterlibatan Densus 88 dalam pembukaan acara ini membawa misi penting dalam rangka membangun sinergi bersama dunia pesantren untuk memperkuat wawasan kebangsaan, menangkal radikalisme, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa di kalangan generasi muda santri.
Melalui sinergi antara FKPP, Kemenag, dan aparat penegak hukum, ajang Kemah Santri 2026 ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki cinta tanah air yang kokoh serta jiwa kepemimpinan yang tangguh.

















