Batam ( Kemenag ) — Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, beserta jajaran menghadiri kegiatan Donor Darah yang diselenggarakan oleh PERMABUDHI Kota Batam pada Minggu, 19 Juli 2026, bertempat di Gedung Mahavihara Duta Maitreya, Batam. Kegiatan sosial ini menjadi wujud nyata kepedulian umat Buddha terhadap sesama sekaligus mendukung upaya pemenuhan kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PERMABUDHI Kota Batam beserta seluruh organisasi keagamaan Buddha, relawan, dan para pendonor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Menurutnya, donor darah merupakan wujud nyata implementasi ajaran Buddha tentang cinta kasih (mettā), welas asih (karuṇā), dan semangat memberi (dāna) yang memberikan manfaat langsung bagi sesama.
"Kami memberikan apresiasi kepada PERMABUDHI Kota Batam atas terselenggaranya kegiatan donor darah ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat kebersamaan umat Buddha, tetapi juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai Dhamma diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga semangat kepedulian dan pengabdian ini terus tumbuh serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama membangun kehidupan yang penuh kasih, harmonis, dan saling menolong," ujar Supriyanto.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Nenny Dwiyanna Nyanyang (Istri Wakil Gubenur Kepulauan Riau), Pembimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Kodo Eko Prayogo, Ketua PERMABUDHI Kota Batam, jajaran Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, serta berbagai utusan relawan dari organisasi keagamaan Buddha di Kota Batam. Kehadiran berbagai elemen umat Buddha mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam melaksanakan aksi kemanusiaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dalam sambutannya, Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Kodo Eko Prayogo, menyampaikan apresiasi kepada PERMABUDHI Kota Batam beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan donor darah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai cinta kasih (mettā) dan welas asih (karuṇā) hendaknya diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan sesama.
"Kegiatan donor darah bukan sekadar aksi sosial, tetapi merupakan praktik nyata dari nilai-nilai Dhamma. Setetes darah yang kita donorkan dapat menjadi harapan bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit. Mari kita terus menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat kepedulian sosial, dan menjadikan pelayanan kepada sesama sebagai bagian dari praktik kehidupan beragama," ujar Kodo Eko Prayogo.
Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, donor darah merupakan salah satu bentuk pengamalan ajaran Buddha yang mengedepankan kasih sayang, kepedulian, dan pengorbanan demi kesejahteraan makhluk lain. Ia juga mengapresiasi antusiasme para relawan dan organisasi keagamaan Buddha yang secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.
Melalui kegiatan donor darah ini, diharapkan semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat terus tumbuh di kalangan umat Buddha. Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan yang memperkuat kerukunan, meningkatkan solidaritas antarumat, serta menghadirkan nilai-nilai agama Buddha dalam kehidupan sehari-hari melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

























































