Batam, 3 September 2026 — Kementerian Agama Kota Batam melalui Seksi Urusan Agama Kristen (URAKRIS) melaksanakan kegiatan visitasi lapangan dan pembinaan di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Jemaat Persiapan Tesalonika Batam, Kamis (3/9). Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan di Ruko Golden BCI Blok T6 No. 67–71, Kelurahan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Urusan Agama Kristen, Esther Sri Liasna, S.Si., dan diterima oleh Pdt. Michael Tarihoran selaku pemimpin jemaat GMI Jemaat Persiapan Tesalonika Batam, sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan kualitas pelayanan serta pengelolaan tempat ibadah yang sehat dan ramah bagi jemaat.

Dalam penyampaiannya, Esther menekankan pentingnya membangun gereja yang inklusif dan terbuka, bukan eksklusif atau terbatas pada kelompok tertentu. Gereja merupakan ruang bersama yang dapat menerima setiap orang tanpa membedakan suku, bahasa, budaya maupun latar belakang. Keberagaman yang ada di dalam gereja hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. Persoalan-persoalan internal juga diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan dialog secara bersama, bukan menjadi konsumsi publik melalui media sosial. Menurutnya, komunikasi merupakan kunci penting dalam menjaga keharmonisan, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan keluarga.

Lebih lanjut, Esther menyampaikan bahwa tempat ibadah yang sehat harus memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, kenyamanan, keamanan, dan kelayakan fasilitas, termasuk ketersediaan serta kebersihan toilet, air, perlengkapan kebersihan, tempat sampah, dan penandaan toilet bagi laki-laki dan perempuan. Gereja juga diharapkan menjadi tempat yang ramah bagi anak-anak, karena anak merupakan generasi penerus gereja dan bangsa.

Selain itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama. Ekologi tidak hanya dipahami sebagai hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga dan melestarikan ciptaan Tuhan. Kepedulian tersebut perlu dimulai dari diri sendiri, keluarga, gereja, dan lingkungan sekitar, termasuk mengajarkan anak-anak untuk mengenal serta menghargai alam.

Melalui kegiatan visitasi dan pembinaan ini, Kementerian Agama Kota Batam berharap GMI Jemaat Persiapan Tesalonika dapat terus berkembang sebagai tempat ibadah yang sehat, inklusif, terbuka, aman, ramah bagi anak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai iman diharapkan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah di dalam gedung gereja, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, tempat kerja, lingkungan sosial, maupun di tengah berbagai pergumulan kehidupan. Dengan demikian, jemaat dapat menghadirkan kasih dan nilai-nilai Kristiani di mana pun berada, sekaligus menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam.