
Bintan (Inmas-Batam)- Seleksi Tilawatil Qur an dan Hadits ( STQH) ke VIII Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2019 di Kabupaten Bintan dilaksanakan selama 5 hari, Sabtu - Rabu, 27 April sampai 1 Mei 2019.
Perhelatan akbar yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti seluruh kabupaten kota se Kepri kecuali Kota Batam.
Dari pantauan media, pagi ini, Sabtu (27/4) berlangsung kegiatan pawai taaruf. Dan bahkan tadi malam (Jumat red) sudah diadakan malam taaruf.
Kepala Kantor Kemenag Batam H. Zulkarnain Umar yang hadir menyaksikan kegiatan pawai taaruf di arena STQH VIII Tingkat Provinsi Kepri di Bintan menjelaskan bahwa setiap perhelatan besar seperti STQH ataupun MTQ ada beberapa rangkaian yang di laksanakan seperti malam taaruf dan pawai taaruf.
Menurutnya malam taaruf itu lebih kepada silaturrahmi. "Antara kafilah- kafilah saling ketemu, saling kenal satu dengan yang lain dan saling mengikat tali silaturrahim yang baik," ujarnya.
Sementara pawai taaruf itu lebih mengangkat kepada kearifan lokal atau budaya lokal yang Islami. Apalagi kita berada di bumi melayu yang identik dengan Islam.
Pawai taaruf merupakan kegiatan yang sangat positif untuk menyampaikan kepada generasi kita bahwa inilah kebersamaan kita, kita punya keberagamaan budaya, punya keberagaman bahasa, tapi kita tetap satu dalam bingkai Islam, satu dalam bingkai NKRI.
Dalam pawai taaruf, berbagai macam budaya ditampilkan. Dari situ dapat diketahui bahwa di masing- masing kabupaten kota memiliki budaya yang beragam.
"Sehingga itu menjadi catatan untuk generasi selanjutnya bahwa kita punya budaya Islam yang sangat indah untuk dikembangkan dari waktu ke waktu," urainya.
(bad70/yd)