
Kepala KUA Sekupang, Hamdanis, mlakukan pemeriksaan berkas calon pengantin
Sekupang (Kemenag Batam) – Sebanyak 13 pasang calon pengantin di Kota Batam mengikuti kegiatan bimbingan perkawinan (Bimwin) yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekupang pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Acara ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang esensial dalam membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan warahmah. Para peserta tampak antusias menyimak setiap sesi yang disampaikan oleh para pemateri.
Kegiatan bimwin ini diawali dengan sesi oleh Bima Sakti, Penyuluh Agama Senior di KUA Kecamatan Sekupang. Ia menyampaikan materi mengenai Dinamika Rumah Tangga dan Psikologi Keluarga, memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya komunikasi efektif, pengelolaan emosi, dan pemahaman peran masing-masing pasangan dalam pernikahan. Pembekalan psikologis ini menjadi fondasi penting agar calon pengantin siap menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang akan muncul dalam kehidupan berumah tangga.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Rizkhan Frianda, seorang Penghulu di KUA Sekupang, yang membawakan materi komprehensif tentang Fikih Nikah. Materi ini mencakup pemahaman ibadah dalam pernikahan, hukum-hukum nikah, syarat dan rukun yang sah, manajemen konflik, serta pembahasan krusial mengenai nafkah dan alokasinya, serta tanggung jawab suami-istri. Sesi Rizkhan Frianda ditutup dengan penjelasan dan praktik Ijab Qabul, memastikan calon pengantin memahami tata cara akad nikah dengan benar.
Selama kegiatan bimbingan berlangsung, Kepala KUA Sekupang, Hamdanis, secara aktif melakukan pemeriksaan berkas calon pengantin. Ia memanggil pasangan secara bergantian sejak awal acara hingga selesai untuk melakukan verifikasi detail, termasuk memastikan kesiapan lokasi, jadwal pelaksanaan, status wali, dan kelengkapan dokumen pendukung lainnya. Melalui bimbingan materi yang padat dan pemeriksaan administratif yang menyeluruh, KUA Sekupang memastikan 13 pasangan calon pengantin ini benar-benar siap secara mental, spiritual, dan administratif untuk memasuki bahtera rumah tangga.