Guru Harus Mengembangkan Diri Menjadi Fasilitator Belajar Siswa Ketika Teknologi Berperan Penting Dalam Mengoptimalkan Proses Belajar Karna Perkemban

Diposting oleh Badaruddin 12 Sep 2018,08:49:23 WIB Madrasah
Guru Harus Mengembangkan Diri Menjadi Fasilitator Belajar Siswa Ketika Teknologi Berperan Penting Dalam Mengoptimalkan Proses Belajar Karna Perkemban

Lubuk Baja (Inmas Batam)- Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia terus melakukan langkah positif menuju madrsah hebat bermartabat. Hal tersebut dibuktikannya dengan dilaksanakannya kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris MAN IC se Indonesia yang digelar di  89 Hotel Jl.Pembangunan,Baloi,Blok VI Penuin,Kecamatan Lubuk Baja,Kota Batam. (10/9/2018).

Tujuan utama dalam pembelajaran berbasis digital adalah bagaimana sebuah lembaga dapat menyiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola atau menciptakan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga pembelajaran dapat dirasa optimal dan dapat meminimalisir dampak negatif dari teknologi itu sendiri. Pendidikan sejatinya adalah tugas orang tua terhadap anak-anaknya dan guru sejatinya adalah patner bagi orang tua untuk mendidik anak-anak mereka. Belajar secara formal disekolah dengan didampingi oleh guru dan warga sekolah lainnya bukan berarti meniadakan peran orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H.Erizal Abdullah saat menjadi narasumber dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris MAN IC se Indonesia di  89 Hotel Batam.

Keterangan poto: Kakankemenag Batam H.Erizal Abdullh menyampaikan materi

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini merupakan suatu peluang besar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kolaborasi apik antara guru dan orang tua. Beragam jejaring sosial dapat dimanfaatkan untuk membangun sistem informasi terpadu sederhana antara guru dan orang tua dalam rangka memudahkan orang tua untuk memantau proses belajar anak dan memudahkan guru untuk mendapatkan informasi atau masukan yang mendukung proses belajar. Peran guru saat ini kata H.Erizal Abdullah semakin vital pada era banjir informasi berkat teknologi digital.  Di tengah kemajuan TIK ini,guru berperan penting sebagai penjaga gawang atau gatekeepers,yang membantu menapis pengaruh buruk internet dan media sosial bagi siswa-siswanya. Fungsi guru sebagai pengajar mungkin dapat digantikan dengan berbagai fasilitas teknologi  namun peran guru sebagai pendidik tidak akan tergantikan oleh teknologi apapun. Jadi “Jangan sekali - kali menjadikan fasilitas TIK untuk menggantikan peran guru sebagai pendidik“. Lanjut Erizal Abdullh.

Saat ini kata H.Erizal Abdullah,guru harus mengembangkan diri menjadi fasilitator belajar siswa ketika teknologi berperan penting dalam mengoptimalkan proses belajar karna  perkembangan teknologi dan informasi memiliki dua sisi yang berlawanan,yaitu sisi positif dimana masyarakat sudah tidak lagi kesulitan mengakses informasi dan beraneka sumber belajar,bahkan sudah melimpah ruah. Namun,tantangan terbesar adalah mendapatkan sumber belajar yang tepat,tepercaya,dan berkualitas. Selain itu kata H.Erizl Abdullah terdapat ancaman yang mudah menyebar di media baru dan mempengaruhi generasi muda seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang,paham radikalisme dan intoleransi,serta berbagai informasi palsu atau kabar bohong adalah contoh beberapa sisi negatif perkembangan TIK.

Keterangan poto: peserta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) serius menyimak paparan materi yang disampaikan Kakankemenag Batam H.Erizal Abdullh

Diakhir paparan materinya H.Erizal Abdullah berharap dan sekaligus berpesan kepada guru MAN IC di era komunitas digital global hendaknya dilakukan 3 (tiga) pembelajaran yaitu:

  1. Pembelajaran yang memusatkan pada konstruksi pencarian dan penemuan;
  2. Pembelajaran yang menekankan pada kreativitas dan inisiatif;
  3. Pembelajaran yang menekankan pada interaksi dan kerjasama Peran guru dalam pembelajaran era digital ada tujuh yakni: (a) Guru sebagai sumber belajar; peran guru sebagai sumber belajar berkaitan dengan kemampuan guru dalam menguasai materi pelajaran. (b) Guru sebagai fasilitator; peran guru sebagai fasilitator dalam memberikan pelayanan kepada siswa untuk dapat memudahkan siswa menerima materi pelajaran. (c) Guru sebagai pengelola; dalam proses pembelajaran,guru berperan untuk memegang kendali penuh atas iklim dalam suasana pembelajaran; (d) Guru sebagai demonstrator; berperan sebagai demonstrator maksudnya disini bukanlah turun ke jalan untuk berdemo. Guru itu sebagai sosok yang berperan untuk menunjukkan sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama,bahkan lebih baik; (e) Guru sebagai pembimbing; perannya sebagai seorang pembimbing,guru diminta untuk dapat mengarahkan kepada siswa untuk menjadi seperti yang diinginkannya; (f) Guru sebagai motivator; proses pembelajaran akan berhasil jika siswa memiliki motivasi didalam dirinya; (g) Guru sebagai elevator; guru haruslah mengevaluasi semua hasil yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.

(bad70/yd).

 

 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Capacitor Bank 13 Sep 2018,16:05:10 WIB

    Perkembangan pada saat ini memang tidak bisa di abaikan lagi artinya kita sudah ketergantungan dengan adanya internet atau dengan kata lain energi listrik saat ini menjadi sumber segala hal dalam menjalankan dan mendukung untuk aktivitas dan bekerja. Oleh karena itu,pembelajaran yang di lakukan dengan bantuan dari internet ini sangat bermanfaat dan harud di gunakan untuk kemajuan.

View all comments

Write a comment